Korean Style ada di Malinau

Pusatkan perhatian pada gadis berpayung biru itu. Cantik layaknya orang korea
Namanya Doni. Masih 13 tahun tapi ketampanannya tak boleh diragukan

Pernahkah kalian melihat artis-artis korea di stasiun televisi atau boyband/girlband yang berliak-liuk menampilkan tubuh-tubuh mereka yang mulus nan seksi. Seperti merekalah gambaran masyarakat di Malinau. Perawan-perawan di sini cantik, putih, seksi, dan bermata sipit. Begitu pula dengan para bujangnya, tampan, putih, dan gagah.

Perjalanan sejarah membuat mereka memiliki bentuk fisik semacam itu. Sekitar abad ketujuh orang Tionghoa mulai menetap di Kalimantan tetapi mereka tatap bercorak Cina dan hubungan dengan negeri leluhur mereka selalu dipelihara. Pada tahun 1745 gelombang besar masyarakat Tionghoa datang untuk membuka tambang-tambang emas di Kalimantan. Banyak diantara mereka menikahi orang-orang yang tinggal di Kalimantan sehingga membuat keturunan. Semakin lama koloni mereka semakin berkembang dan menjadi penduduk tetap di Kalimantan. Ini pula yang sekiranya terjadi di Malinau. Tidak ada sejarah pasti tentang penduduk asli Kalimantan. Hanya saja ketika saya pertama kali menginjakan kaki di pulau terluas di Indonesia ini, banyak sekali orang-orang bermata sipit layaknya orang-orang Cina.

Kebudayaan orang kalimantan pun tidak seprimitif yang saya bayangkan. Mereka sudah berteman akrab dengan teknologi, gedget. Bahkan penampilan mereka pun tidak seperti orang-orang pedalaman pada umumnya. Jika di Jawa kita banyak melihat para remaja menggunakan hotpen dengan percaya dirinya di jalanan, sama halnya dengan di sini. Bahkan, ibu rumah tangga baik janda atau pun bersuami mereka menggunakan celana ketat yang berada 10 cm lebih di atas lutut. Ini sudah mirip dengan budaya-budaya korea yang hampir tiap hari muncul di layar televisi. Awal saya tiba di Malinau teman-teman yang sebelumnya mengikuti program serupa telah memberitahu bahwa di Malinau adalah gudangnya wanita canti nan seksi dan pria tampan dan gagah. “Hati-hati kalau nanti kecantol dengan pemuda sini” itulah peringatan dari salah seorang teman. Saya sendiri telah membutkikan dan setengah tidak percaya melihat mereka menghuni daerah 3T, bahkan mereka lebih pas jika tinggal di kota daripada orang kota sekarang ini. Fisik mereka sangat mendukung. Mereka putih, cantik-cantik dan tampan-tampan. Tidak seperti kebanyakan masyarakat kota sekarang yang kecantikannya adalah hasil sulapan dari sebuah produk kecantikan (tidak alami). Kecantikan dan ketampanan masyarakat di sini masih lebih bagus karena mereka tetap mau dan tak sungkan untuk bekerja membantu orang tua.

Satu bulan sudah saya berada di Malinau tepatnya di pedalaman kecamatan Mentarang Hulu, desa Long Berang. Selama ini saya baru menyadari bahwa ternyata kebudayaan mereka ini berubah dengan sangat cepat. Artinya jika ada kebudayaan baru masuk, mereka akan sangat cepat menyesuaikan. Contohnya seperti yang saya sebutkan di atas bahwa wanita baik tua maupun muda cenderung lebih suka menirukan gaya-gaya layaknya artis Korea dibanding dengan budaya sendiri. Masuknya budaya asing sepertinya ditelan mentah-mentah tanpa ada penyaringan. Bahkan hal tersebut mampu mengikis kebudayaan warisan nenek moyang yang mestinya tetap dilestarikan.

Tidak hanya masalah penampilan fisik mereka. Hukum adat yang sudah berpuluh-puluh tahun dibuat pun semakin lama tergadaikan oleh budaya asing yang masuk ke tanah adat mereka.

Saya kira ada hukum jual beli dalam kebudayaan mereka, bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan di Malinau, maka semakin pudar kebudayaan meraka. Ini baru hipotesis awal, perlu dilakukan penelitian di sini. Setidaknya penelitian itu akan membawa kita pada sebuah kesadaran akan pentingnya menjaga budaya khususnya Dayak di Indonesia. Sehingga, kita tidak akan menyesal sebelum kita hanya bisa menyaksikan kebudayaan-kebudayaan yang sarat makna itu terpampang di museum atau perpustakaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s